Joan Mir Semakin Kokoh Di Puncak MotoGP 2020

Joan Mir Semakin Kokoh Di Puncak MotoGP 2020

Joan Mir (Suzuki Ecstar) kelihatan terus menerus bersama dengan upayanya untuk jadi kampiun MotoGP musim ini. Meski tak samasekali menang, ia sanggup bertengger di papan atas klasemen selama lebih dari satu seri terakhir. Modalnya, rajin naik podium.Joan Mir Semakin Kokoh Di Puncak MotoGP 2020

Hasil kualifikasi yang kurang memuaskan membuatnya kudu memulai balap di posisi 12. Namun, tersedia keberuntungan dari crash terhadap lap pertama: sontak ia melompat ke posisi lima. Pun sesudah itu posisi 3 sukses direbut sehabis mengusahakan keras melahap Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha) dan Johann Zarco (Reale Avintia) setelahnya. Lalu pertarungan ditutup konstan mengekor Franco Morbidelli dan Alex Rins – yang lebih pernah meninggalkan kerumunan – hingga akhir.

“Mereka (Morbidelli dan Rins) amat cepat. Selamat untuk itu, saya tidak sanggup lebih cepat lagi. Sudah saya kerahkan upaya 100 persen, cuma saja mungkin amat banyak memforsis ban di awal agar perihal ini menyiksa saya di akhir. Tapi tidak masalah, podium jadi hasil memuaskan dari start ke-12,” komentar Mir seusai balapan.

Berkat prestasi ini, Mir jadi merangkak jauh di pucuk klasemen bersama dengan total 137 poin. Apalagi, ancaman Quartararo kian mengecil lantaran kali ini sang rider Perancis menyudahi balapan di urutan ke-8 (123 poin). Begitu pula bersama dengan Vinales yang gagal melindungi pertahanan dalam peraduannya bersama dengan Mir dan Alex Marquez di awal pertandingan. Posisi tujuh jadi resultan waktu bersama dengan catatan waktu 118 poin.

Ya, tidak tersedia perubahan susunan tiga teratas klasemen. Namun, jadi perhatian menarik adalah Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT). Kemenangan penting di Teruel GP sanggup menggeser Andrea Dovizioso (Ducati) dari posisi empat. Bahkan saat ini tak jauh dari Vinales bersama dengan selisih enam angka. Dovi sendiri kelihatan melempem sejak digelarnya latihan bebas. Tidak tersedia signifikansi termasuk kala berlanjut ke sesi kualifikasi hingga balap usai.

Putaran ke-11 dihiasi beraneka insiden yang sebabkan enam pembalap gagal mendulang angka. Paling pertama pada Jack Miller (Pramac Ducati) dan Brad Binder (Redbull KTM) di Turn 1 persis begitu race dimulai. Lebih ironis ulang Takaaki Nakagami (LCR Honda). Pole Position historisnya berakhir sia-sia akibat low side crash satu tikungan sehabis perihal Miller dan Binder. Menikung amat lebar ke lintasan kotor dan seluruh harapan segera bubar.

Adapun tiga penunggang lainnya berstatus DNF di GP Tuaran. Alex Marquez, yang awalnya kelihatan begitu panas, mengalami perihal serupa Nakagami di tikungan dua waktu tersisa sepuluh putaran. Lain cerita bagi Aleix Espargaro. Bukan tersungkur melainkan pilih ketetapan ambil jalan evakuasi akibat kasus teknis. Termasuk termasuk Francesco Bagnaia dalam daftar rider tidak finis sehabis retire di sedang pertarungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *